A. konsep kependudukan

Permasalahan kependudukan merupakan permasalahan yang dihadapi oleh setiap negara, terutama negara-negara dengan jumlah penduduk muda lebih besar daripada generasi tuanya. Seperti di China dan Indonesia. Begitu sebaliknya negara yang penduduknya lebih banyak tuanya seperti di Jepang. Permasalahan penduduk yang dihadapi oleh setiap negara tentu saja akan mempengaruhi perencanaan pembangunan dari suatu negara.

Konsep kependudukan

Ada 2 aliran mengenai konsep kependudukan, yaitu : (Sumber yang dipakai dicantumkan)

1. Aliran Malthusian

Aliran Malthusian menyatakan bahwa penduduk apabila tidak ada pembatasan makan manusia akan terus berkembang biak dengan cepat dan memenuhi beberapa bagian di permukaan bumi.

2. Aliran Neo Malthusian

Aliran ini menguatkan aliran Malthusian dengan menyatakan penduduk akan terus bertambah seiring berkembangnya zaman. Namun, pertambahan tersebut dapat dicegah menggunakan alat kontrasepsi.

 

B.Pengertian Kependudukan

          Kependudukan atau demografi berasal dari bahasa Yunani,demos yang berarti rakyat dan grafien yang berarti menulis,demografi adalah tulisan tentang rakyat/penduduk. Ilmu kependudukan menurut  Donald J Boque adalah ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar,komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa,melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan,migrasi dan mobilitas sosial. Sedangkan menurut Hawthron (1970) demografi adalah studi tentang interaksi ttingkat perkembangan dari tiga komponen (kelahiran,kematian,dan migrasi)dan studi tentang dampak dari perubahan komposisi dan perkembangan dari penduduk (dibuat fotenote).

          Kependudukan atau demografi mempelajari tentang jumlah persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut (Philip M. Houser & Dudley duncan). Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan,kewarganegaraan,agama,atau etnis tertentu. Demograf iatau kependudukan merupakan studi ilmiah tentang kependudukan,utamanya yang berkaitan dengan jumlah/size penduduk,struktur serta perkembangannya (Kamus United Nations Multilingual Demograpich)

          Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan pengerian kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan dinamika kependudukan manusia,meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran,kematian,perkawinan,migrasi dan mobilitas sosial.

C.Pengertian Penduduk dan Masalah Kependudukan

                    Pengertian “Penduduk” secara umum adalah masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu. 

Dalam sosiologi sendiri, penduduk merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Jadi dapat Masalah Kependudukan dapat diartikan sebagai berbagai persoalan yang menyangkut masyarakat dalam ruang lingkup yang luas.

Masalah Kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial, karena masalah itu terjadi di lingkungan sosial atau masyakarat. Masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di negara maju maupun negara Indonesia yang sedang berkembang ini.

Masalah kependudukan terjadi karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang. Masalah-masalah yang dihadapi masyarakat tidaklah sama, hal ini disebabkan perbedaan tingkat perkembangan kebudayaan masyarakat dan keadaan lingkungan alam dimana masyarakat itu hidup.

D.Masalah-Masalah kependudukan.

          Masalah kependudukan adalah masalah yang besar, rumit, dan kompleks sehingga dapat menjadi masalah lokal, regional, nasional dan internasional.

Secara umum, permasalahan penduduk di Indonesia antara lain :

1. Jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus meningkat

2. Waktu penggandaan jumlah penduduknya makin singkat

3. Masih di dominasi oleh penduduk muda sehingga menyebabkan angka ketergantungan sangat tinggi

4. Persebaran penduduk tidak merata.

 

Terjadinya ledakan penduduk yang tidak terkendali akan menyebabkan dampak negatif, di antaranya yaitu :

1. Kebutuhan ruang untuk pemukiman serta fasilitas sosial makin meningkat

2. Kebutuhan pangan makin meningkat sehingga dapat menimbulkan persaingan antar masyarakat.

3. Tidak seimbangnya antara tingkat pertumbuhan penduduk dan penyediaan lapangan kerja sehingga menimbulkan pengangguran.

4. Kehidupan kota diwarnai dengan banyaknya persaingan hidup sehingga terbentuknya kelompok tuna wisma dan munculnya daerah-daerah kumuh.

 

E. Cara Mengatasi Masalah kependudukan

            Cara mengatasi masalah kependudukan adalah sebagai berikut:

1. Menggalakkan program transmigrasi

Salah satu cara mengatasi kepadatan penyebab penduduk tanpa menekan pertumbuhan penduduk adalah dengan menggalakan program transmigrasi.Transmigrasi merupakan program penduduk dari wilayah yang banyak atau padat penduduknya ke wilayah yang masih jarang penduduknya. Transmigrasi ini akan mendorong terjadinya pemerataan penduduk. Jika penduduknya sudah merata maka maka hal ini akan mendorong terjadinya pemerataan pembangunan. Program transmigrasi akan mengurangi kepadatan penduduk di daerah yang padat dan akan dialihkan ke wilayah-wilayah Indonesia yang penduduknya belum terlalu padat.

2. Pemerataan lapangan kerja

Tidak dipungkiri bahwa kebanyakan alasan mengapa orang-orang suka berpindah tempat kerja yang banyak dikemukakan adalah karena urusan pekerjaan. Karena,lapangan jumlah  kerja saat ini masih timpang dimana hanya di daerah-daerah yang ramai seperti kota besar saja yang banyak. Selain itu lapangan kerja ini juga biasanya ditemukan di daerah-daerah yang sudah banyak penduduknya, karena hal ini berarti tenaga kerja tidak langka sehingga produsen bisa menekan gaji pegawai.

3. Menekan pertumbuhan penduduk dengan program Keluarga Berencana

Salah satu cara yang cukup efektif sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan penduduk adalah dengan mencanangkan program keluarga berencana atau KB. Keluarga Berencana merupakan program pemerintah bagi rakyat Indonesia untuk membatasi jumlah anak, dimana dalam satu keluarga cukup memiliki 2 orang anak saja. Dalam program KB, ibu-ibu rumah tangga diberikan cara-cara khusus agar tidak hamil. Cara-cara yang dilakukan ini misalnya dengan mengonsumsi obat tertentu, pemakaian alat kontrasepsi, suntik atau jarum, dan lain sebagainya. Program Keluarga Berencana ini berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk sehingga jumlah penduduk di Indonesia tidak terlalu meledak.

4. Membuat Undang-Undang yang menetapkan usia minimal menikah

Beberapa tahun belakangan sebuah kasus yang marak terjadi di Indonesia adalah tentang kerusakan moral anak- anak remaja. Banyak anak-anak di usia sekolah yang hamil di luar nikah kemudian mereka akan dikeluarkan dari sekolah. Hal ini tidak hanya terjadi pada satu dua orang saja, namun hampir di setiap negara mengalami kasus seperti ini. Tidak hanya berdampak pada masa depan para pelajar saja, namun dalam jangka panjang hal ini juga akan berdampak pada jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut  pemerintah membuat Undang-undang yang membahas tentang hal ini. Undang-undang ini menetapkan usia minimal pernikahan bagi seseorang. Hal ini bisa menekan angka pertumbuhan penduduk dan mengatasi kepadatan penduduk.

 5.  Menyebarluaskan pendidikan kependudukan ke berbagai jenjang pendidikan

Masalah kepadatan penduduk ini merupakan masalah yang serius. Bukan hanya PR untuk pemerintah saja, namun juga untuk rakyat. Seharusnya kesadaran akan dampak negatif dari kepadatan penduduk juga harus disadari oleh masyarakat karena masyarakatlah penyebab utama dari kepadatan penduduk. Mak dari itu penting juga untuk memberi tahu masyarakat mengenai hal ini. salah satu caranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan bahaya kepadatan penduduk.

6. Mempermudah serta meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan

Pendidikan juga sangat berperan dalam kaitannya pengendalian pertumbuhan penduduk. Hal ini terutama untuk para remaja yang ingin menikah di usia muda. Pada zaman dahulu kita akan menemukan banyak remaja yang baru saja lulus dari sekolah tingkat SMP, kemudian tidak melanjutkan pendidikan SMA dan langsung menikah. Hal ini sangat tidak baik karena menikah di usia yang sangat muda.

Maka dari itu pemerintah mencoba untuk mengatasi hal ini, salah satunya dengan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan sehingga banyak siswa-siswi yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan. Dengan fokus dan ada keinginan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maka keinginan untuk menikah di usia yang sangat muda bisa ditunda. Ketika fokus ke pendidikan dan adanya keinginan melanjutkan pendidikan hingga ke pendidikan tinggi, maka setelah lulus maka seseorang memiliki usia yang sudah matang dan dewasa. Pada usia tersebut maka seseorang telah matang untuk melakukan pernikahan. Hal ini perlu digalakkan karena memberikan dampak yang positif.

 


0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive